Art supplies anti-mainstream yang patut dicoba: acrylic ink.

acrylic ink review


Acrylic ink
(tinta akrilik) adalah cat akrilik dengan tekstur cair, yang terbuat dari pigmen super halus dalam emulsi akrilik. Ia mempunyai karakteristik yang sama dengan cat akrilik, yaitu permanen, tahan air, dan cepat kering. Tinta akrilik cocok untuk berbagai macam teknik, mulai dari efek cat air, airbrushing, dan penggunaan dalam pena teknis dan celup (dip pen). Tinta akrilik juga sepenuhnya bisa dicampur dengan cat dan media akrilik lainnya (source)

acrylic ink review
My first acrylic ink mengikuti tutorial dari Missy Dunaway di Creativebug

Cara menggunakan acrylic ink

Acrylic ink sangat versatil. Kita bisa larutkan dengan banyak air sehingga menyerupai cat air atau langsung dipakai straight from the jar.
Berikut ini aku mau share beberapa teknik menggunakan tinta akrilik.

1. Transparan seperti watercolor

Dengan menggunakan pipet, tuang beberapa tetes tinta akrilik ke palet, lalu campur dengan air.
Hasilnya akan sama dengan watercolor, yaitu transparan.
Bedanya, tinta akrilik ini permanen, tidak bisa dihapus dan direaktifasi lagi seperti halnya watercolor.
Ini bisa jadi sisi positif, bisa juga jadi sisi negatif, tergantung bagaimana niat kita (haha pake niat kayak apaan aja).
Positifnya, kita bisa build-up layer. Yang aku rasain itu waktu bikin ilustrasi burung.

Untuk buat bulunya susah sekali dibuild-up menggunakan watercolor, padahal sudah pakai Daniel Smith (yang katanya salah satu paling bagus). Kemudian baru dapat pengetahuan baru kalau ini bisa diatasi dengan menggunakan tinta akrilik yang mana transparan seperti watercolor, tetapi lebih mudah dilayer.

2. Opaque seperti akrilik

Warna-warna yang disebut transparan saja sudah lebih tebal dibanding watercolor, apalagi yang dilabeli transparan..
Bedanya dengan watercolor opaque, seperti warna venetian red, adalah (menurutku) akrilik ini punya body, jadi bertekstur.. 3D gitulah.
Kalau istilah kerennya itu impasto--teknik yang banyak digunakan Van Gogh.

3. Menggunakan dip pen

Ini nih yang paling keren dari acrylic ink.
Menurutku ini advantage yang paling menonjol dari media ini dibanding sejenisnya.
Kalau watercolor kita agak sulit menggunakan dip pen (perlu dicampur air sampai konsistensi tertentu, lalu 'dituang' ke ujung dip pen menggunakan kuas. Tidak bisa 'distok' banyak juga karena bisa kering.
Nah, dengan tinta akrilik ini kita bisa langsung celup si dip pen, layaknya menggunakan india ink.

4. Abstrak

Seperti diteteskan ke kertas lalu ditiup dengan sedotan, diteteskan ke satu sisi buku lalu bukunya ditutup dan dibuka lagi, dan sebagainya.
Teksturnya yang cair namun berwarna pekat, membuat teknik abstrak lebih menarik digunakan.

5. Teknik lainnya

Teknik-teknik ini banyak digunakan orang, tapi aku sendiri belum pernah coba.

  • Menggunakan pouring medium
  • Airbrushing technique

Beberapa brands acrylic ink

1 | FW Ink

Brand pertama yang aku pakai. Harga lebih murah dibanding brand lain, tetapi stoknya lebih jarang. Di tokopedia/shopee harganya sekitar 70.000, sedangkan brand lain 112.000.
Meskipun acrylic ink disebut-sebut lebih opaque dibanding media lain, seperti watercolor, tetap saja setiap warna memiliki tingkat kepekatan yang berbeda-beda.

Beberapa warna dari FW Ink yang opaque adalah:

  • Indigo
  • Process cyan
  • Red earth
  • Cool grey
  • Payne’s grey
  • Black
  • White

Beberapa warna semi-opaque:

  • Prussian blue hue
  • Sap green
  • Olive green
  • Emerald green
  • Light green
  • Peach pink
  • Yellow ochre
  • Raw sienna
  • Antelope brown
  • Burnt umber
  • Sepia

Trik supaya warna lain (misal yellow yang semuanya transparan) bisa menjadi opaque adalah dengan di-mix dengan warna opaque (seperti putih).

2 | Liquitex Acrylic Ink

Brand yang stokisnya banyak di marketplace.
Harganya cukup mahal di angka 112.000.
Kelebihan brand Liquitex adalah bisa dikombinasikan dengan semua produk Liquitex lain. Liquitex sendiri dikenal sebagai brand yang fokus di media akrilik. Jadi, kita tidak perlu khawatir saat mengombinasikan berbagai macam produk selama sama-sama di bawah brand Liquitex.

Warna yang opaque:

  • Cerulean blue hue
  • Yellow oxide
  • Red oxide
  • Neutral gray 5
  • Titanium white

Semi-opaque:

  • Deep violet
  • Carbon black

Untuk Liquitex, warna-warnanya mostly transparan. Transparan atau opaque ini masalah preferensi saja sih. Kalau aku, karena kebanyakan pakai teknik akrilik jadinya lebih suka varian opaque.

3 | Sennelier Acrylic Ink

Sennelier adalab brand acrylic ink yang lebih baru dibanding dua brand sebelumnya. Aku sendiri kenal Sennelier dari varian watercolor-nya (meskipun ga punya hehe).
Untuk brand ini aku punya warna putih saja karena sudah banyak stok FW ink (lebih murah :D).
Harga Sennelier sama seperti Liquitex, yaitu Rp112.000.
Varian dengan warna opaque:

  • Titanium white
  • Quinacridone pink
  • Light violet
  • Cobalt blue hue
  • Cerulean blue hue
  • Azurblau
  • Turquoise
  • Hooker’s green
  • Permanent green light
  • Burnt green earth
  • Titan buff
  • Yellow ochre
  • Raw sienna
  • Burnt sienna
  • Burnt umber
  • Raw umber
  • Neutral grey
  • Mars black

Semi-opaque:

  • Cad red deep hue
  • Purple
  • Primary blue
  • Phthalo green
  • Flesh ochre

Bisa dilihat dari list di atas kalau (ternyata) di merk ini lebih banyak varian yang opaque dibanding brand lain. Next, kalau FW ink sudah habis aku bakal stok Sennelier hehe.

Unboxing FW Ink

Iseng-iseng bikin video pas pertama kali coba acrylic ink bulan lalu 😀

Nah, tertarik coba acrylic ink? Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *