Antara Egoisme dan Tanggung Jawab

Hari ini adalah semager-magernya hari. seskip-seskipnya hari, semales-malesnya hari, selemes-lemesnya hari, sengantuk-ngantuknya hari.

Waktu tidur yang sekitar pukul 2 tanpa fasilitas memadai–namun setidaknya dilengkapi dengan AC–membuat mood menjadi buruk dan ngantuk parah. Sempat ngomelin Chipy karena dia cerewet banget (haha maap cips), ngeluh ke panitia karena lama banget evalnya (maaf ya Sentia, abis denah kamar mandi FE aja lo ga ngerti. Haha), dan bikin cerita labil bin aneh hasil olahan penulis skenario gw, Niki, Seza, dan Rani, membuktikan lewat tengah malam adalah waktu yang buruk untuk beraktivitas, wa bil khusus ketika lo ga tidur sebelumnya.

Untungnya, hal ini cukup terobati dengan melihat mentee-mentee PMB gw yang (alhamdulillah) antusias semua, ga ada yang bandel, ya singkat kata seperti mentornya lah ya.. Haha. Ditambah lagi, jadi banyak ngobrol sama anak-anak Coolife dan ngerencanain kegiatan kita tahun depan.

So, galau pertama hari ini adalah: apakah gw harus ikut display BEM di OKK??

Kemalasan yang mencapai puncaknya dan kebosanan yang tiada tara membuat gw banyak berpikir ulang. Kegiatan harian yang (dianggap oleh sebagian besar orang) wajibpun (mandi, red) menjadi hal terakhir dalam catatan agenda hari ini.

At the end. gw memutuskan untuk tetep cao ke Balairung. Alasannya antara lain karena gw tau udah ada beberapa BPH yang pulang dan karena ga rame aja kalo ga ada gw (yang terakhir dibuat-buat. Hehe).

Yak, hari ini adalah kegiatan OKK untuk maba non reguler. Emang ga terlalu rame sih. Pas dinamika angkatan pun ga di-push segitunya seperti maba reguler. Saat perkenalan, gw melihat salah satu mentee OPK gw yang anak KKI, Rizki. Wah, gawat kalo perkenalan gw buruk (dan bagus kalo perkenalan gw juga bagus). Jadi, yang biasanya cuma nyebutin nama, fakultas, dan jabatan (= Nama saya Soraya Ahda Arina, Akuntansi, FEUI 2008, Treasurer). Sekarang agak gw panjangain (= Assalamu'alaikum wr wb *dijawab dulu sama maba*, Nama saya Soraya, Soraya Ahda Arina. Saya dari Akuntansi, FEUI 2008. Di BEM UI saya sebagai Bendahara Treasurer *tepuk tangan*). Ini baru pertama kali gw memaksa diri perkenalan kayak gitu dan sampe ditepukin maba satu Balairung. Cool.

Pulang dari sana, gw dan Rani langsung tepar di ruang kelas A109, FEUI tercintahh.

Next adalah kegalauan gw tentang apakah gw mesti datang jualan emblem OKK atau ga.

Alasan negatif apa yang mempengaruhi gw? Pertama, gw udah PENGEN BANGET pulang. Kedua, gw ngantuk dan amat ga 100% hari ini.

Alasan positif adalah gw udah janji sama Fahmi buat ikutan. Kedua, danus is my responsibility. Ketiga, aku udah kangen sama anak-anak danus yang unyuuuuuuuuu :’)

Awalnya, gw terpikir mau sms Fahmi dan Alin buat ngasih tau kalo gw batal ikutan. Namun, gw inget kata-katanya Maxwell kalo ketika lo batalin janji yang udah lo buat, orang ga akan respek lagi sama lo. Selain itu, kata-katanya Arief Munandar di seminar tadi malem yang bilang bahwa masalah besar generasi muda Indonesia adalah minimnya respect to time (dan untuk kasus ini sekaligus respect to people). Ketiga, gw pernah dikasih tau–lupa sama siapa–bahwa jangan pernah lo ubah ‘ya’ menjadi 'tidak’ kalo lo ga mau jadi orang yang mengecewakan.

So, berangkatlah gw dengan moge kesayangan setelah sebelumnya ngambil baju di kosan Seza. Di sana sudah ada Alin, Fahmi, Citra, Aji, Theo, dan Bustomi. Gw, yang saat itu mukanya datar banget sungguh membuat mereka bertanya ada apa dengan saya. Haha.

Beberapa lama kemudian, gw ngajak Alin buat nemenin ke FKM untuk mandi. Pas nyampe sana *jeng jeng jeng jeng* pintunya dikunci. Sial. Akhirnya, daripada sia-sia, kami memutuskan untuk tidur di mushola.

Zzzzzz…

Bangun pukul empat kurang lima belas, kami berdua langsung bergerak menuju Balairung. Mereka sudah mengenakan jakun dan sudah hadir beberapa anak danus lagi. Kamipun tinggal menunggu saat keluarnya maba.

Awalnya, kami pesimis penjualan hari ini akan besar. Hal ini karena maba tidak terlihat membanjir seperti ketika di reguler.

Namun, tiba-tiba..

“Kaaakk,, aku mau emblemnya satuuu,” kata seseorang dari sisi kanan.

“Aku kak, uangnya ini,” dari kiri Theo (Fyi, gw partnerannya sama Theo).

“Kak, aku udah dari tadi ini,” dari sisi yang lain.

“Kak, emblemnya belum dikasihh,” kata seorang maba perempuan.

Kami berdua kelabakan. Alhamdulillah yang lain juga sama. Terlebih, Aji dan Santi berhasil menjual sekitar 4 plastik (masing-masing plastik berisi 50 emblem).

Gw pun bisa izin untuk pulang lebih cepat. Hehe.

Semangat!

***

Anyway, terima kasih semuanya untuk hari ini. Keputusan yang gw ambil sepertinya tepat. Hal ini karena kini, saat sudah sampai rumah, gw bersyukur sudah ikut pesantren kilat FE (meskipun ngantuknya ga ketulungan), ikut display OKK (meskipun peran gw ga banyak), dinamika angkatan (meskipun lagi puasa), dan bersama danus berjualan emblem (meskipun keinginan untuk pulang udah mencapai batas). Sekarang saat yang tepat bagi saya meneriakkan: YEAYYYYYYY!!!!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *