Bacaan Hari Ini

Hari ini dimulai dengan random dan tidak sesuai rencana. Rencana A adalah ke kampus buat ngerjain sesuatu sama achie, rani, dan hammam. Bertiga aja, soalnya preh udah pulang ke Padang. Tapi tiba-tiba jam 8–pas banget abis gw mandi–saya menerima sms dari achie, bilang kalo dia sakit perut.

Entah gw mesti seneng atau tidak (soalnya bener deh gw males banget ke kampus, soalnya opportunity cost nya gede banget. ongkos Patas JAUH lebih mahal daripada ongkos kereta). Dan, yak, akhirnya saya mengerjakan tugas itu di rumah kemudian langsung mengirimkannya ke email kelompok (ternyata menyelesaikannya tidak selama yang saya kira).

Sembari melakukan hal-hal di atas, seperti biasa, saya mengerjakan segalanya sambil online. Chatting dengan beberapa orang sambil ngomongin hal random. Fyi, I love chatting.

Lalu setelah kondisi mulai biasa aja dan ga ada yang seru untuk dilakukan di dunia maya, saya memutuskan untuk off dan mulai membaca (lagi) Alice in Wonderland. Kali ini saya tidak hanya membaca, tetapi juga telah mendownload versi audionya yang saya dapat dari sebuah web (jadi seperti didongeng tapi sambil baca teks, sekalian latihan bahasa Inggris).

Saya sangat sadar konsentrasi saya setelah kuliah ini menjadi menciut dalam hal waktu. Sepertinya dulu bisa sampai 2-3 jam, tetapi sekarang cuma 1 jam.huh

Bosan lah saya dan mumpung adzan dzuhur, saya memutuskan untuk mematikan laptop, makan, dan sholat terlebih dahulu.

Setelah beres, saya beranjak ke lemari buku, mencari buku yang kira-kira bisa dibaca. Akhirnya, buku berjudul “Bidadari-Bidadari Surga” karangan Tere Liye menarik perhatian untuk dikeluarkan sementara dari rak.

Yang membuat saya dulu ILFIL saat membaca beberapa bab awal adalah nama-nama tokohnya yang aneh. Mulai dari Laisa, Lainuri (betul ga ya?), Wibisana, Ikinuri (atau apalah), Yashita, dan sebagainya. Nama yang ‘maksa’ buat saya.

Namun, karena saking ga ada kerjaannya, saya membaca buku yang membuat saya malas itu. Membaca pelan-pelan, sempat diselingi dengan menyeduh teh, makan bakso malang, jemur baju, dan sebagainya.

Terharu, berkaca-kaca, senyuman..

Hal itu cukup jamak menghiasi acara membaca saya saat itu.

Akhirnya, bacaan itu selesai setelah maghrib, hampir memasuki isya.

Sebuah buku yang mengajarkan tentang pengorbanan (dalam arti sebenarnya, bukan pengorbanan tak masuk akal), cinta kasih (dalam arti sebenarnya, bukan roman picisani).

Apakah cerita tersebut dapat terjadi di kehidupan nyata? I hope so (tapi bukan kisah diterkam harimaunya ya. haha :D)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *