My Daily Coffee Tumbler

Let me introduce you to my daily coffee tumbler! Biasanya tumbler ini aku pakai untuk ngopi jam 9 dan jam 14. Untuk ngopi pagi aku pakai cangkir Starbucks oleh-oleh dari Jepang tahun lalu. #dailypainting Kenapa? Soalnya ngopi pagi itu hampir PASTI digerecokin bocah--ga bakalan bertahan lama~ Tak ada gunanya mempertahankan kehangatannya~ Anw, melihat ketergantungan diriku ini pada kopi (pointing at you, my Indocafe!)--seharusnya mulai mengurangi intensitas ngopi. Misalnya, sabtu kemarin pulang dari berobat anak yang mana pakai masker 2 jam lebih dan ga ngopi. Pulang-pulang pusing sampai muntah abis solat maghrib. Hari ini baru minum 2 gelas. 1 gelasnya lagi kuganti pakai big cola. Termasuk pe

People Watching, People Sketching

Maunya sih bisa people watching ala-ala #urbansketcher,tapi apa daya cuma bisa gambar dari rumah (dari studio--biar keren :p). Sketch ini gambar from photo yang ga sengaja tertangkap kamera saat kami berfoto di persimpangan Shibuya. Orang tersebut sudah cukup tua. Kelihatan berjalan cepat dengan menggendong ransel besar.

Sketching Self-Portrait

Di tengah kebimbangan jumat pagi googling foto film tapi ga ada yang pas, akhirnya kepikiran.. kenapa ga bikin self-portrait aja? Gw sendiri sebelumnya ga pede gambar wajah sendiri. Hasilnya lebih sering jelek haha. Berhubung abis ambil kelas portrait, coba deh peningkatan apa yang gw dapet setelah ambil kelas ini. Ternyata... tadaa! Agak minus di bagian mata (warnanya terlalu tebal), tapi overall puas banget!

Fire Hydrant

Kali ini edisi belajar shadow. Ini aku pakai kertas Fluid 100. Minusnya susah wet on wetnya karena cepat kering. Shadow di tengah harusnya lebih halus (bergradasi) karena bidang lingkaran. Tapi susah karena cepat kering itu. Next harus ketemu triknya. Di gambar paling kiri aku pakai kuas Escoda Perla. Duh kuasnya kaku banget. Memang lebih cocok untuk detailing. Disini kelihatan pinggirannya lebih kasar. Untuk gambar kanan aku pakai Winsor Newton Squirrel Mop Brush dan ga pakai outline pen. Lumayan sih lebih halus pinggirannya. Tapi karena kertasnya kurang oke jadi belum bisa gradasi untuk shadownya. Gambar mini di pojok kanan atas itu cuma tes flat wash karena di dua gambar sebelumnya ga bis

Love Amy March!

Nyesel baru tau buku Little Women setelah ada filmnya. Soalnya relatable banget dengan kehidupan saat ini. Ga juga sih. Berguna juga untuk saat ini dan kedepannya. Soalnya gaya hidup Amerika tahun segitu (menurutku) mirip dengan kehidupan di Indonesia saat ini. Beberapa case yang aku relatable banget dengan Amy March: Suka art. Suka painting. Good at it, but not a genius. Menikah lalu disibukkan dengan rumah tangga. Tetap berusaha painting di sela-sela.

belajar lagi tentang Proporsi Wajah

Aku termasuk yang lebih sering 'eyeballing' saat gambar wajah--dibanding menggunakan rumus. Seperti merasa 'kurang artistik' kalau menggambar menggunakan rumus. Padahal mah ga juga ya. Tapi kemudian aku belajar kembali teknik menggambar wajah dari kelasnya Carlos Casado di Domestika tentang portrait sketching. Alhasil coba lagi gambar wajah menggunakan teknik. Ini dia before-after sketsanya. Ini adalah sketsa cepat ya. Meaning, dengan waktu yang sama (sangat singkat), hasil yang diperoleh lebih 'mendekati nyata' yang dengan rumus. Biasanya aku butuh waktu lebih lama untuk gambar wajah, meskipun hasilnya sama-sama bagus (masa sih :p), tapi lebih efisien menggunakan rumus. Di bawah ini adalah

First En Plein Air!

View dari balkon hotel lantai 3 Puncak Pass Resort. Cerita Sedikit Aku mulai sketching jam 6 pagi. Suasana berkabut dan super dingin ketika buka pintu menuju balkon. Siap-siap semua barang di meja balkon. Selesai sketching abis berenang jam 10an siang haha. Jadinya langit sudah berubah. Juga beberapa pemandangan yang awalnya tertutup kabut jadi kelihatan. Foto di bawah ini sekitar jam 8 sebelum berenang, mulai hilang kabutnya. Berikut ini proses yang aku lakukan. Lihat-lihat sekeliling. Coba mendefinisikan sekitar. Kira-kira spot yang mau digambar. Ambil viewfinder dan plastik merah. Semakin kelihatan view yang menarik dan mulai putuskan komposisi. Sketch di sketchbook biasa. Value study. Sk

Tips Sebelum Memulai Hobi Watercolor (Cat Air)

Watercolor/cat air adalah media yang tricky--cantik di mata, terlihat mudah, tapi ketika dicoba... bikin frustasi! Nah, sebelum invest ke perlengkapan yang mahal atau keburu menyerah, berikut tips yang.. I hope I knew before I started painting with watercolor years ago. 1 | Tonton video tutorial gratis (di Youtube) sebanyak-banyaknya Rasakan sensasi melukis dengan cat air Prosesnya, perlengkapan yang dibutuhkan, waktu pengerjaan, dsb. Lihat berbagai macam jenis video Orang yang lebih muda vs orang yang lebih tua Yang fokus ke portrait vs landscape vs flower vs etc The broader, the better. Selain itu, setiap pertama kali buka suatu channel Youtube baru, aku selalu lihat bagaimana cara mereka

En Plein Air

En plein air (pronounced [ɑ̃ plɛ.n‿ɛʁ]; French for "outdoors"), or plein air painting, is the act of painting outdoors. This method contrasts with studio painting or academic rules that might create a predetermined look. Perlengkapan yang dibawa Beberapa perlengkapan yang aku bawa (dan dipakai): Watercolor set dengan tin box Kertas arches rough Notebook kecil untuk value study Tape Pensil mekanik Kuas mop size 3 Kuas angular size 2 Derwent viewfinder Plasti merah untuk value study Perlengkapan yang ada di hotel: Cangkir Tisu Meja dan kursi Kopi.. :)

Puncak Pass Resort

Another practice sheet. Pagi tadi cari referensi lagi di google sambil nonton video kelasnya Shari Blaukopf. Rencana cari gambar detail, seperti pintu, tapi ga dapet. Finally pilih gambar plang Puncak Pass Resort ini. Beberapa pokok yang gw tekankan di gambar ini adalah: Gradasi pepohonan--foreground, middleground, dan background. Plang yang terbuat dari batang kayu (shading bawahnya) Plang di titik fokus (the rule of third) Perspektif yang benar (dilihat dari tembok merah, jalanan, dan rumah) Memainkan interest lain selain objek utama--menara di background, pinggir jalan yang agak cekung, bangunan biru yang salah satunya ada mobil di garasi) Mulai memikirkan elemen foreground. Kali ini adal

Latihan Sketch Puncak Pass Resort

Yakin ga yakin sih bakalan sempet sketching di hotel.. Tapi semoga aja ya :D Referensi dari website agoda. Gw re-watch kelasnya Shari Blaupkopf di Craftsy. Nontonnya serabutan ga sambil praktik. Bisa dilihat kurang berasa undakan bukit-bukit yang di sebelah kiri. Bagian favorit: Awalnya gw bingung bungalow di sisi paling kiri mau diapakan. Akhirnya full ditutupi pohon di foreground sehingga terlihat samar-samar cahayanya. Sedangkan bungalow di tengah juga gw bingung gimana visualisasinya, soalnya ini pakai rough paper---sulit untuk buat detail dan kebetulan pulpen micron gw abis. Huft. Akhirnya ga digambar apa-apa haha. Semak di tengah sebelah kiri itu juga gw suka (yang di depan tembok hita

Coba Arches Rough Paper 300 Gram

Tebak. Kertas ini sudah teronggok di rak sejak Juli dan baru 'berani' gw coba jumat lalu--saat anak-anak lagi dibawa pergi sama eyangnya. Tiba-tiba ada dorongan untuk coba kertas ini. Ga cuma coba kertas baru, tapi juga kuas baru >> winsor newton squirrel mop brush! Look at this: Hufff gw sampe tarik napas saat ngegambar hahaha. Sensasinya beda dan the flow of the paintnya itu loh sangat natural. Buat yang stres pakai coba watercolor mesti banget coba Arches deh. Really a big difference.

Let's be friends!

©2018-2020 by Oramuf Studio