Buku Harian

Pada hakikatnya, buku harian, seperti namanya berisi tentang notulensi aktivitas harian kita, pengalaman baru yang terjadi hari itu, harapan-harapan, hingga coretan-coretan tidak penting sekalipun. Secara statistik (haha), Yang paling sering ditulis ya biasanya tentang taulah-apa 😉

Sejarah pencatatan kehidupan saya dimulai sejak SD, sekitar kelas 5 atau 6. Dimana pada masa itulah saya mulai menyadari pentingnya catatan. Namun, karena saya takut ketauan, akhirnya saya merobek-robek dan membakar kertas-kertas yang sudah saya tulis. Waktu itu kalau tidak salah saya belum mengenal teknologi diary bergembok.

Lanjut lagi di masa SMP, di mana mulai banyak gejolak masa muda. Wih, dari kelas satu hingga tiga SMP saya sudah berhasil menelurkan beberapa buku. Ga nyangka emang kalau dipikir-pikir lagi. Ga nyangka pula akan kekonsistenan saya waktu itu, terutama saat kelas 2 SMP. Kadang saya masih suka membaca buku-buku tersebut sebagai bahan seseruan. Kadang geli sendiri juga bacanya. Kadang jadi mikir: ini gw apaan banget sih, ngapain sih gw melakukan hal itu. Tapi that is it.. The beauty of being teenager 🙂

Lanjut ke SMA, di awal-awal saya sempet nulis beberapa halaman, masih kebawa SMP kali ya.. Tapi kemudian terhenti entah karena kebosanan saya atau karena tidak ada cerita yang menarik atau karena sudah banyak teknologi lain yang menggantikan tugas mendokumentasikan. Entahlah..

Nah, puncak kebobrokan indra pencatatan saya ada di saat kuliah. Wah, kreativitas penulisan saya menurun drastis. Sama sekali tidak ada buku harian yang saya tulis. Duh, kalau dibilang menyesal sih sangat. Apalagi mengingat perjalanan perkuliahan saya yang (menurut saya sendiri) sangat menarik. hehe. Hmm.. mungkin banyak alasan ya. Bisa karena banyak pengganti (misal YM yang bisa menyimpan chat history, kapasitas SMS yang banyak, dll), kemalasan saya, kurang membaca, dan entah apa lagi. *tapi untungnya saya sempat mencatat beberapa kejadian. hehe

Yap, semuanya pasti ada hikmahnya. Sekarang saya memiliki buku harian lagi!! Yuhuuu. Semoga istiqomah ya.. haha 😀

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *