Cara Belajar Gw (Amiiin) :)

Pernah baca buku berjudul “Buku Pintar Anak Jenius”? Sebuah buku karangan Adam Khoo ini adalah salah satu buku yang membahas mengenai cara belajar. Entah mengapa saya suka sekali baca buku semacam ini.

Di buku ini dijelaskan bahwa kepintaran seseorang itu bisa diciptakan sendiri (kalau memang ingin), bukan hanya akibat dari ‘pemberian’ dari Yang Maha Kuasa. Tidak hanya berargumen mengenai pendapatnya itu, di sini juga diberikan informasi tepat sasaran berupa step by step bagaimana kita mencapai tingkatan tertinggi aktualisasi pendidikan.

Adam Khoo sendiri awalnya adalah murid ‘kelas bawah’. Seorang siswa yang dilirik bukan karena kepintarannya, tapi sebaliknya, sampai-sampai orang tuanya pusing dan (untungnya) mendaftarkannya ke program liburan Super-Teen di bawah pengawasan Ernest Wong. Inilah titik balik hidupnya. Pendeknya sih, setelah mengikuti kegiatan ini ia menjadi seseorang yang benar-benar bertolak belakang.

Berikut adalah sembilan langkah belajar sukses yang diungkapkan Adam:

Langkah 1: Tetapkan Tujuan yang Sangat Jelas
Tujuan bukan hanya: semester depan nilai saya harus meningkat. Selanjutnya, kita harus menetapkan tujuan yang benar-benar dapat diukur, seperti: semester depan nilai saya harus meningkat menjadi A. Perbedaan dua hal ini ternyata sangat besar. Di saat kita hanya menetapkan “harus meningkat”, pikiran kita tak akan terarah seberapa besar hasil yang harus dicapai olehnya. Sedangkan jika “meningkat menjadi A”, pikiran dan perilaku kita akan berusaha untuk memenuhinya, memenuhi sebagaimana yang seharusnya dilakukan oleh siswa bernilai A. Otak kita akan tahu bahwa kita tak boleh melewatkan bahasan satu bab pun untuk mendapatkan nilai sempurna (karena A berarti nyaris sempurna!). Sebaliknya, jika hanya “meningkat”, berarti itu bisa dadi dari 70 ke 75 atau 80. Kita secara tidak langsung akan membiarkan diri melewatkan satu atau dua bab yang kita anggap susah. Lagipula hasilnya akan meningkat juga kan?

Langkah 2: Merencanakan dan Menjadwal
Tujuan hanya akan menjadi tulisan di secarik kertas atau memori di otak apabila tidak direncanakan dengan baik. Rencana yang hebat merupakan awal untuk hasil yang hebat.

Langkah 3: Mengambil Tindakan yang Konsisten
Jujur saja, saya seringkali sudah membuat tujuan dan rencana yang luar biasa. Masalah yang paling nyata adalah pada pelaksanaannya. Ya, tanpa rencana, tindakan takkan terarah. Tapi, tanpa tindakan nyata, rencana pun juga tinggal rencana. Sifat malas dan suka menunda inilah yang sebenarnya menjadi hambatan nyata. Untuk itu, sangat penting untuk tetap konsisten belajar sebelum kuliah, membuat catatan, dan merevisi. Nanti di postingan yang akan datang akan saya bahas mengenai hal ini lebih jauh.

Langkah 4: Daya Baca Informasi
Ini termasuk bagian pertama dalam strategi belajar. Kita perlu mengetahui bahwa ada materi yang relevan dan ada yang tidak penting. Oleh karena itu, kita harus pandai menyaring kata-kata. Hal ini dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk membaca (penting juga kecepatan membaca di sini).

Langkah 5: Mind Mapping
Setelah kita membaca buku teks, tentu bukanlah hal yang efisien untuk mengulang membacanya kembali saat akan ujian. Mind mapping dibuat untuk mengumpulkan informasi penting yang akan sangat menghemat waktu dan memperkuat hubungan antar bahasan dalam pikiran.

Langkah 6: Ingatan Super
Jangan pikir kalau semua orang yang mudah mengingat benar-benar memiliki ingatan fotografik yang luar biasa. Seringkali, mereka menggunakan teknik-teknik tertentu yang insya Allah akan saya posting dalam tulisan selanjutnya

Langkah 7: Keajaiban Penerapan
Ingatan akan kurang bermakna jika kita tak dapat menerapkannya dalam soal. Strategi menerapkan ini akan saya bahas dalam postingan selanjutnya juga.

Langkah 8: Persiapan Ujian
Persiapan khusus untuk ujian dimulai dua bulan sebelumnya. Untuk saya pribadi biasanya membuat jadwal khusus secara mundur ke belakang dari jadwal ke ujian ke waktu mulainya persiapan khusus.

Langkah 9: Menghadapi Ujian
Ujian adalah permainan. Bagaimana menguasai permainan ini akan saya jelaskan nanti.
😉

oleh: Soraya Ahda Arina
sumber data: “Buku Pintar Anak Jenius” oleh Adam Khoo

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *