Dulu menanjak, sekarang tak punya pilihan. Apakah sudah menjadi bagian dari para pendaki hebat itu? Ternyata tidak. Keahlian sudah cukup, jam terbang sudah lumayan, tapi tetap belum sesempurna itu sepertinya. Tak kuat, si pendaki itu ingin kembali lagi menuju dasar. Ia pun melihat ke bawah. Takut. Jalan begitu curam dan lebat. Melihat kembali ke atas, ia bersemangat melihat puncak pepohonan yang mampu terlihat oleh wajahnya dan suara percik air yang sedikit terdengar oleh telinganya. Meskipun sendirian, ia tetap ingin mencapainya. Terus mendaki, melewati pendaki-pendaki lain yang pongah itu. Berhasilkah ia?

saa

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *