Gerebeg Kosan Part 2

*huaahhhhh akhirnya kesampean nulis di Tumblr lagi setelah lama tiba-tiba ga mood buka laptop*

Ya, mulai aja.

Kemarin adalah hari terakhir OPK FEUI (atau PSAF, nama umumnya). Gw dan Niki nginep di kosan Seza, berhubung asrama gw lagi libur. Malam itu, kami berdua ikut evaluasi (atau apresiasi–kata achay–atau apalah itu namanya), sedangkan si empunya berencana ga balik lagi ke kosan.

Bodohnya, kami lupa kalau kunci kosan Seza belum ada di tangan kami. Alhasil, Seza, bilang bakal balik lagi ke kutek buat ngasih kita kunci.

Hingga pukul delapan, Seza belum menunjukkan tanda-tanda kepulangan. Di sisi lain, eval udah selesai. Kami berdua akhirnya tetap pergi ke kutek dan berniat untuk ngaso dulu di kosan Velty.

“Tok.. Tok.. Velty Velty.. Assalamu'alaikuuuuuuuuuuumm.” teriak kami dari depan pintu.

Hmm.. tak ada jawaban.

Sambil ngintip-ngintip, kami berdua meneliti keadaan.

“Wah kayaknya Velty ga ada, lampunya mati, tapi tivinya nyala,” kata gw pada Niki.

*terdengar suara nguap dari dalam kamar*

“Tapi si Velty emang suka nyalain tivi, Sor, walaupun keluar,” sahut Niki.

Situasi menjadi geje dan kita berdua bingung mau berpulang kemana.

Tiba-tiba gw inget, “Oh ya, Nik, kita ke kosan Ema yuuuk. Tapi lumayan jauh.”

Niki mau ga mau mengiyakan dan kami pun beranjak meninggalkan kosan Velty.

“Lo sms Ema dulu, Nik. Sarah juga,” kata gw.

Niki yang seorang plegmatis langsung mengiyakan kata-kata tadi (haha).

Sambil berduaan berjalan mengeluh-ngeluh, sekonyong-konyong Niki ber-‘aha!’ ketika melewati parkiran.

“Sor, kenapa ga naik motor lo aja?”

*ziiiiing*

Gw pun baru sadar kalau gw ninggalin motor di kosan Seza. Untung belum dengan bodohnya kami berdua pergi jalan kaki.

Berbonceng berduaan di malam sabtu itu, kami berdua menyusuri jalanan kutek yang senyap sambil bernyanyi “Selamat tinggal, Kasih.. Sampai kita jumpa lagi… Aku pergiiii~ tak kan lamaaa~.

Akhirnya sampai di kosan suspect kosan Ema. Kenapa masih terduga? Karena dulu kosannya masih tigaperempat jadi, sedangkan sekarang ga ada yang kayak gitu, tapi ini tampaknya benar kosan Ema. Satu hal yang bikin gw inget adalah waktu pertama kali ke kosan Ema gw nyasar masuk kosan cowok yang ada di seberang kosannya.

Mana di depan kosan terduga itu lagi banyak ibu-ibu sama anak kecil.. Jadi malu kalo sampe salah masuk kan -.-

Setelah kondisi lumayan kondusif, gw dan Niki memberanikan turun dan masuk ke kosan. Gw meneliti sedikit kondisi dalam kosan. Hmm.. sepertinya benar..

Niki juga mengenali sepatu si korban: Ema Yunika.

Kondisi kosan yang terkunci tidak membuat kami kalut. Kami bergerak menuju rumah penjaga kosan untuk sedikit bersandiwara.

Kami: Ibu, ini kosan Ema kan? Kami mau ke kosannya. Dia di sms ga bales-bales *tampang melas*

Penjaga: Kamu udah janjian?

Kami: Sepatunya udah ada di dalem, Bu. Takutnya dia ketiduran atau gimana.

Penjaga: Oh ya udah saya bukain. Nanti saya kunci lagi. Kamu minta bukainnya sama Ema aja.

Kami: Okeeee *tanpa pikir panjang*

Penjagapun membukakan pintu untuk kami. Masuk ke dalam dan naik ke atas, kami kasak-kusuk antara ketawa dan takut kalau-kalau Emanya ga ada di kosan.

Ketika sampai di ruang TV yang berada tepat di sebelah kamar Ema, ada yang berkata, “Kak Niki sama Kak Soraya ngapain kesini?”

Dan yang berbicara itu adalah Ema, Si Penyelamat Malam kami :p

.

Ket: Part 1 nya adalah ke kosan Uli. Hehe.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *