KONFIRMASI!

isnidalimunthe:

Yakk, sembari mengerjakan presentasi Akuntansi Internasional dan nunggu pertandingan maut Arsenal Barca (go go arsenal!), isni mau post ahhh tentang materi kuliah audit 2 isni tadi di kelas.

Nah, adapun yang dibahas hari ini adalah tentang AUDIT TERHADAP A/R (PIUTANG). Sebagai seorang akuntan yang baik dan budiman (dan cantik eaaak), kita itu ga bisa hanya melihat A/R sebagai satu komponen dalam neraca keuangan perusahaan, tapi seorang auditor juga harus paham, cycle yang berkaitan dengan A/R, contohnya adalah sales. Yaaaa, ga lucu dongg, kalau A/R nambah, tapi sales justru tetap apalagi turun, logikanya sihhh A/R meningkat karena sales juga meningkat, ya kan ya kannn?

Nah, untuk memastikan bahwa piutang itu benar adanya, maka seorang auditor harus melakukan KONFIRMASI terhadap pihak ketiga (dalam hal ini maksudnya adalah pihak yang berhutang ke perusahaan yang diauditnya).

Misalnya kasusnya isni mengaudit perusahaan A. Perusahaan A mengaku kalau mereka memberi piutang ke perusahaan B. Nahhh, isni harus konfirmasi ke perusahaan B donggg, bener ga sih kalau perusahaan A memang punya piutang ke perusahaan B?

Ada dua jenis konfirmasi:

1. Konfirmasi positif, artinya konfirmasi yang biasanya meminta pihak ketiga (dalam hal ini perusahaan B) untuk mengembalikan formulir konfirmasi, baik jawabannya membenarkan ataupun membantah besaran piutang yang dimiliki perusahaan A.

2. Konfirmasi negatif, artinya konfirmasi yang meminta pihak ketiga (perusahaan B) untuk mengembalikan formulir konfirmasi apabila jawabannya adalah membantah besaran piutang yang dimiliki perusahaan A. Jadi, kalau emang jumlahnya bener, yaaa si Perusahaan B ga perlu mengembalikan formulir konfirmasi ke auditor.

Kapan kita pakai konfirmasi positif dan kapan kita pakai konfirmasi negatif?

  • Konfirmasi negatif digunakan apabila jumlah piutang perusahaan kecil-kecil dan banyak, karena ya kaleeee, kalau perusahaan ngasih piutang ke banyak orang, masak mau minta setiap orang ngasih konfirmasi (baik membenarkan atau membantah)? bisa repot si auditornya ya kann soalnya akan banyak banget konfirmasi yang masuk.
  • Konfirmasi negatif digunakan apabila kontrol internal perusahaan yang diaudit itu berjalan dengan baik, artinya risiko perusahaan melakukan kesalahan catat itu kecil, sehingga kita hanya butuh konfirmasi dari pihak yang mungkin keberatan dengan besaran piutang yang diakui oleh perusahaan.
  • Konfirmasi positif digunakan biasanya terkait hutang, bukan piutang, kenapa? Karena itu udah manusiawi kalau manusia itu lupa hutangnya, tapi kalau piutang sampai tujuh keturunan pun ga akan lupa, jadiii, konfirmasi positif dipakai untuk nanya ke pihak ketiga, emangnya si perusahaan ini punya utang berapa? gituuu, hehe.

Nah, kapankah timing yang paling tepat untuk mengirimkan konfirmasi ke pihak ketiga?
Jawab: semakin dekat ke publishing neraca perusahaan. 😀

Kalau auditor udah mengirimkan lembar konfirmasi, tapi pihak ketiga ga mengkonfirm-konfirm, apa yang harus dilakukan auditor?
Jawab: auditor harus melakukan VOUCHING, artinya mengumpulkan dokumen perusahaan yang berkaitan dengan piutang tersebut lalu mencari segala bukti piutang yang dimiliki perusahaan.

Manakah yang lebih baik, konfirmasi atau vouching?
Jawab: konfirmasi. Ada dua alasan, yang pertama karena konfirmasi melibatkan pihak ketiga sehingga auditor akan memperoleh external evidence. Yang kedua yaaa karena lebih cepat aja. Auditor ga perlu repot-repot mengobok-obok dokumen perusahaan.

Apakah konfirmasi menjawab pertanyaan: “Apakah Piutang ini dapat ditagih?”
Jawab: tidak, konfirmasi hanya menjawab pertanyaan “apakah piutang ini memang benar segini besarnya?”

Lalu, bagaimana caranya mengetahui apakah piutang ini dapat ditagih?
Jawab: dengan menggunakan metode audit lain, yang disebut: SUBSEQUENT CASH RECEIPTS. Metode ini melihat banyaknya penerimaan kas yang dimiliki oleh perusahaan per bulan. Nah, dari sana kita bisa mencari dan merata-ratakan total piutang yang dapat ditagih perusahaan. Lalu, dengan rumus perhitungan piutang tak tertagih, kita bisa menghitung sebesar apa risiko piutang tak tertagih yang dimiliki oleh perusahaan.

Nahhh, itulah kurang lebih hal yang isni dapatkan dari kelas audit hari ini, aaaaaa, ai love auditing, :’)

BerSEMANGAT!!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *