Memulai Penjelajahan Tumblr.com : Zemanta Plug-in

Image representing Zemanta as depicted in Crun...Image via CrunchBase

Baru beberapa hari membuat akun di blog tumblr dan kebetulan lagi ga ada kerjaan di weekend dan pas liburan pula, berhubung juga ada sambungan internet di rumah, akhirnya memaksa saya untuk sedikit mengotak-atik kemampuan blog baru ini.

Ternyata cukup banyak third-parties application yang tersedia untuk tumblr. Beberapa saya gunakan, seperti statistik, playlist, dan salah satunya zemanta ini.

Menggunakan zemanta ternyata banyak keuntungannya, bisa memudahkan kita dalam membuat tulisan yang menarik dan kaya. Contohnya adalah pada postingan saya sekarang ini. Setelah menginstal zemanta di browser saya, tiap sedang membuat postingan baru akan muncul aplikasi zemanta di sebelah kanan dan bawah. Di sebelah kanan ada tags dan content recomendation sedangkan di bawah ada in-text links.

Logo zemanta di atas, bukan saya peroleh dari seaching di google, melainkan langsung muncul di sebelah kanan saya dalam “content recommendation. Kita tinggal klik di gambar yang diinginkan dan otomatis akan muncul di text box yang sedang kita tulis. Gambar itu juga bisa di drag ke tempat yang kita inginkan.

Keuntungan selanjutnya adalah soal penempatan link. Biasanya, kita harus mengklik dan memasukkan secara manual link yang kita maksud. Jika menggunakan zemanta, link akan muncul sendiri (jika ada webnya) dan jika kita menulis sebuah website akan otomatis menjadi link.

Bukan hanya soal gambar dan link, zemanta juga akan memunculkan artikel yang berhubungan dengan postingan yang sedang kita tulis sehingga kita bisa menjadikannya bahan rujukan.

Dengan segala kemudahan itu, sayangnya aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan. Pertama, karena kita menggunakan bahasa Indonesia, "content recommendation” yang disediakan terkadang tidak relevan (mungkin kebanyakan rekomendasi dalam bahasa inggris).

Selain itu, entah mengapa selama saya menulis sekarang, tulisan saya secara otomatis setelah beberapa (tidak konstan) kata akan pindah ke bawah seperti kalau kita menekan tombol enter. Entah apa tujuannya, tapi ini cukup membuat saya ribet karena harus mendelete dan men-spasi lagi. Kursor saya pun seringkali berpindah posisi dengan sendirinya. Misalnya beberapa kali mengetik ini kursor saya entah mengapa pindah ke bawah. Saran saya sih, kita tetap menulis di browser tanpa zemanta terlebih dahulu. Nah, setelah selesai mungkin bisa di-copy ke browser yang ada plug-in zemanta-nya

Over all, zemanta sangat amat membantu untuk membuat tulisan kita terlihat profesional. Dan dengan adanya banyak link ini, (menurut pembelajaran saya beberapa waktu lalu) web kita akan mudah terdeteksi oleh mesin pencari.

Reblog this post [with Zemanta]

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *