Pernikahan Angin

ijonkmuhammad:

Sejak lama aku ingin berucap. Sejak pertemuan di dunia yang antah berantah dan diluar jangkaun tubuh kita. Meski tentu kita dalam satu garis kehidupan. Aku ingin menikahimu. Dengan segenggam angin yang merasuk pelan dalam setiap celah jemari ku.

  “Saya terima nikah dan kawinnya laut dalaman dengan mas kawin sepasang angin kehidupan. Mas kawin tersebut tak kuberikan secara tunai hingga bertemunya tubuh kita. Entah seratus lima puluh enam kali jatuhnya kelopak bunga. Ataulah dia saat duapuluh enam datangnya bintang. Menyerebak melati duhai hati. Saat itulah kubayarkan dengan tunai.”

 Meski begitu pernikahan kita bukan pernikahan sembarang. Ini untuk menjaga hati-hati kita. Bila serigala datang biarlah badai sahara yang menerjang. Saat putik datang jadikanlah pertemuan dengan benang sari. Tatkala musfir datang pergi melewati tiap gurun. Disetiap kasih sayang petani pada kebunnya. Pernikahan kita semakin subur untuk waktunya.

  Pernikahan ini hanya pernikahan angin saja. Tak ada gencatan senjata diantara kita. Kecuali untuk saling menjaga pada waktunya. Pertemuan ini sekadar pertemuan biasa. Yang dibantu angin pesakitan dan terpaan debu.

  Yang menginginkan adanya kebahagiaan diantara kita. Meski terkadang tanganku harus robek demi menjaga angin yang kugenggam menuju pelaminan.

Pernikahan ini hanya milik angin, untuk angin. Karena mas kawinnya pun hanya angin. Semoga kita selalu berjumpa seperti perjumpaan angin dan angin.

yah sebenernya gw ga terlalu ngerti maksudnya apa. pengen ngereblog ajah. hehe

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *