5 Inspirasi dari Van Gogh

Starry, starry night..


Semenjak akhir tahun lalu aku tertarik banget sama art history.


Kata orang-orang sih: sejarah bakal terulang, banyak membaca berarti hidup kita berkali-kali lipat dari usia kita nantinya, dan mau tau gimana insight dari pendahulu-pendahulu aja sih.


Cari info via internet memang nomor satu, tapi yang paling meresap adalah via buku fisik. Tempat paling pas untuk cari buku second adalah di marketplace, seperti Tokopedia. Dari sini aku dapet beberapa buku second tentang art history, baik dari dalam maupun luar negeri.


Salah satu yang menarik adalah cerita Vincent van Gogh. Disini aku mau share beberapa insight dari kisah hidupnya. Semoga bermanfaaat!


1. Baru Mulai di Usia 28 Tahun

Sebelumnya Van Gogh menjalani beberapa profesi sebelum yakin untuk fokus ke painting. Diantaranya bekerja sebagai art dealer di toko pamannya dan sebagai pendeta meneruskan ayahnya.


Terlepas dari masalah mental yang dialaminya, van gogh bisa dibilang cukup berani memulai karir baru dari nol di usia itu.


Meskipun ini semua tidak lepas dari dukungan Theo, adiknya: Vincent wrestled with his desire to be useful. On Theo’s advice, he finally decided to become an artist. In his letters to his brother, he described his training and asked for advice:


‘I feel the need to study figure drawing . . . What do you think of the croquis? Does the idea seem good to you?’


Vincent to Theo from Cuesmes in Belgium.



2. Hidup dari adiknya sebagai patron

Ga mungkin ga pernah terlintas di benak van gogh:

  • Apa yang terjadi kalau adiknya (amit-amit) meninggal duluan?

  • Malu karena hidup dibiayai adik sendiri?

Theo sendiri bekerja di art dealer yang sama dengan Vincent sebelum ia dikeluarkan (atau keluar?).



3. The Starving Artist

Ada yang bilang kalau Vincent van Gogh adalah gambaran nyata "the starving artist" karena ia memang pernah mengalami kekurangan uang untuk makan. Hanya makan roti pagi, siang, malam dan bahkan meminum turpentine-nya sendiri.


Tapi, pernah juga baca kalau allowance yang diberikan Theo 3x gaji pekerja pada masa itu dan semua art supplies diperoleh dari Theo. Sebagai gantinya, lukisan yang ia buat diberikan untuk Theo.


4. Disiplin latihan gambar sebelum terjun ke painting

Satu kesalahan yang aku pribadi lakukan adalah silau dengan dunia painting. Dengan warna, tekstur, dan sebagainya itu. Dan dari baca buku sejarah, ternyata para artists itu menguasai drawing dulu sebelum painting. Ada quotes seperti ini:

"Good painting can not hide bad drawing".


Van Gogh sendiri full belajar drawing selama dua tahun. Kemudian banyak mengopi artis pendahulunya, seperti Millet.


Setelah itu, van Gogh hijrah ke Paris untuk belajar lebih lanjut, yang merupakan pusat seni pada saat itu. Disini ia berteman dengan banyak seniman, seperti Lautrec dan Gauguin.


Di Paris, van Gogh hanya tinggal selama dua tahun. Katanya sih karena penat dengan kehidupan kota.


Masih di Prancis, van Gogh menuju ke selatan, Arles (1888). Disini van Gogh sangat produktif dan mulai melakukan stylenya sendiri dan ia berharap tempat ini menjadi studio para artists. Kenyataannya hanya Gauguin yang sempat kesana. Gauguin pun hanya dua bulan disini karena van Gogh mengalami mental breakdown hingga ia memotong telinganya sendiri.


Atas inisiatif sendiri, van Gogh masuk ke rumah sakit jiwa Saint-Remy. Dan disinilah ia membuat lukisannya yang paling terkenal : The Starry Night.


Setahun di Saint-Remy, dan dinyatakan sembuh oleh dokter, ia keluar dari rumah sakit dan pindah ke Auvers-sur-Oise, lebih dekat dengan rumah Theo di Paris. Disini ia juga sangat produktif dan tidak terlihat muncuk mental breakdown sama sekali. Tapi hanya dua bulan sebelum ia tertembak di bagian perut dan hanya bertahan dua hari setelahnya.


5. Temukan Style Setelah Fokus Painting

Painting pertama yang van Gogh buat adalah "The Potato Eaters". Disini stylenya masih 'jadul' dengan color palette gelap khas lukisan Netherlands.


Pindahnya ke Prancis, mengenalkan van Gogh akan style impresionis. Setelahnya, ia banyak menggunakan warna-warna cerah khas mereka.


Selanjutnya, ia mulai melakukan hal berbeda, yaitu dengan banyak memakai teknik impasto selain color palette yang cerah.


Perbedaan dengan post-impressionist di masa itu adalah van Gogh masih mengandalkan menggambar atau melukis dengan objek referensi. Berbeda dengan beberapa pelukis lain yang berdasarkan imajinasi, seperti Paul Gauguin.


Ia pun masih menekankan pentingnya konsep-konsep drawing, seperti selalu adanya unsur perspektif.


Sekian dan semoga bisa menjadi inspirasi :)


0 comments

Hello! I'm Soraya Mustafa (@oramuf). Here I posted daily drawing, sketching, painting, and what I learned along the way.

Category

Archive

latest post

Let's be friends!

©2018-2020 by Oramuf