Soraya, Kamu Mau Jadi Apa?

“PROFESOR!!!!”, jawabku lantang.

Ayah dan Mama hanya tertawa. Lalu ayah bertanya lagi, “Tapi jadi doktor dulu ya?”.

Tanya yang selalu akan kujawab, “Ga. Aku maunya jadi profesorrrrr!!”.

Kutipan di atas masih teringat oleh semua orang di rumah hingga sekarang. Jadi, kalau ada yang ngomongin cita-cita dikiiiiiit aja, diledekinnya ya itu, si Soraya mah maunya langsung jadi profesor dan bla bla bla.

Akan tetapi, sekarang kok gw jadi mikir ya. Ngapain sih dulu gw jawab mau jadi profesor? Memangnya ada apa sih dengan jadi profesor? Kenapa dulu ga gw jawab jadi dokter (yang sampai sekarang menjadi pekerjaan yang gw TOLAK dan gw juga ga mau suami gw dokter *tapi arti penting seorang dokter tetap ga terelakkan kok, tenang aja. hehe), insinyur (pengen sih sebenernya), atlet (ga mungkin -.-), atau yang lain?

Apa karena profesor kepalanya botak (tapi masa cewe botak sih -.-)? Kerjanya di lab (jadi kesannya keren gitu, maybe)? Bajunya putih (dokter mah juga)? Atau karena profesor hidupnya lama (karena biasanya orang tua. hehe)?

Ga semua tanya bisa terjawab, guys.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *